“Persoalannya, TPPAS ini membutuhkan sampah 1800 ton sampah per hari, secara proporsional Kota Bandung menyumbangkan 1200-1303 ton sampah,” katanya.
Namun Oded mengungkapkan, ada persoalan lain mengenai TPPAS Legok Nangka. Di antaranya, biaya operasional yang cukup tinggi dan jika sampah mulai berkurang.
“Kita sedang semangat mengolah sampah dengan kemandirian masyarakat. Bila sampah berkurang, itu bisa terganggu PSEL. Oleh karenanya, ada klausul harus evaluasi yang menjadi fleksibel buat kita semua,” ujarnya.
Rencananya, TPPAS Legok Nangka akan beroperasi pada tahun 2023 atau 2024 mendatang. (Alief)










