“Walau pun nyatanya, saat ini masih dalam kondisi pandemi, masalah sosial yang masuk ke DPRD luar biasa sekali. Masyarakat ekonominya sangat terpuruk, sehingga banyak masuk permintaan sembako, kesehatan, pendidikan masih hadir,” lanjutnya.
Namun demikian, Tedy optimis dengan kebersamaan berbagai pihak, stakeholder dengan leading sektornya Dinsos, serta TKSK sebagai ujung tombak di lapangan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Kita bangga. Kota Bandung ini fisiknya sudah tersedia. Sistem layanannya pun sudah terpadu. Sehingga layanan kepada warga miskin bisa lebih optimal lagi,” katanya.
“Pasca pandemi ini saya juga dapat laporan dan PR kita bersama, sekitar 567 anak yatim, yatim piatu, dan piatu yang ditinggalkan orang tuanya karena terkena Covid-19. Dengan TKSK sebagai garda terdepan, mereka harus mendapat perhatian, terutama pendidikan, dan kolaborasi dengan berbagai yayasan dan lembaga agar bisa menangani ini,” ungkap Tedy.













