Menurutnya, pelecehan tersebut mencerminkan bahwa para pendukung Prabowo Subianto menghalalkan segala cara demi tujuan politik.
Kiai Muhyiddin juga menyebut bahwa, pernyataan Zulhas dapat diartikan sebagai kultus individu terhadap Prabowo Subianto. “Ini imbas dari perilaku dan pernyataan Prabowo Subianto yang sangat kontroversial terutama yang terkini ‘ndasmu etik’,” ungkapnya.
“Sikap seperti ini, tak aneh jika mereka dianalogikan sebagai kelompok yang sudah kehilangan akal sehat. Memutarbalikkan fakta adalah hal yang biasa bagi mereka yang menghalalkan pelecehan, penghinaan dan distorsi demi keuntungan sesaat,” tambahnya.
Kiai Muhyiddin mendesak MUI untuk memanggil Zulhas guna memberikan klarifikasi dan menarik pernyataannya.
Ia mengingatkan bahwa, tidak menindaklanjuti hal ini bisa menyebabkan banyak pihak mengadukan Zulhas atas dugaan penistaan agama Islam.










