“Kalau kita lihat sebenarnya ini sama dengan program Kang Pisman. Tapi mungkin ada beberapa hal yang nanti bisa kita adopsi di Kota Bandung,” ucapnya.
Seperti proses pemilahan sampah anorganik, menurutnya, di TPS Gunung Bahagia sudah sangat detail dalam memilah sampah. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA sudah benar-benar terpilah.
“Misalnya botol dan tutupnya itu sudah dipilah, jadi sudah lebih detail pemilihannya,” ucapnya.
Yana pun berharap hal yang sudah ia pelajari di Balikpapan nantinya bisa diterapkan di Kota Bandung. Apalagi Kota Bandung sudah memiliki sekitar 152 TPS.
“Kalau kita analogikan satu kelurahan satu TPS. Kalau satu kelurahan satu TPS, saya pikir permasalahan sampah di Kota Bandung bisa selesai. Memang tidak semua TPS di Kota Bandung seluas TPS Gunung Bahagia. Karena memang butuh lahan yang agak besar,” terangnya.











