Langkah strategis tersbut di antaranya program makan bergizi gratis untuk pelajar, digitalisasi sekolah dan perluasan akses TIK, pelatihan berkelanjutan untuk guru, kolaborasi kurikulum vokasi dengan dunia industri, dan pendidikan inklusif bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Namun, Erwin mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
“Kita perlu sinergi semua piha akademisi, praktisi, masyarakat, dan organisasi seperti ISNUI (katan Sarjana Nahdlatul Ulama). Saya percaya ISNU dapat menjadi jembatan antara nilai keislaman dan kemajuan pendidikan,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad Al Aydrus menyebut, negara harus berkomitmen dalam pendidikan sesuai amanat konstitusi.
“Pendidikan bukan agenda musiman. Ini tanggung jawab konstitusi yang tidak bisa ditawar. Dana pendidikan harus betul-betul menyentuh hal-hal dasar seperti kualitas guru, fasilitas sekolah, dan akses di daerah tertinggal,” tegasnya.













