“Melalui audiensi ini diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan AP3N dalam mewujudkan pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi umat di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua AP3N Kabupaten Sukabumi, Drs. KH. Ridwan Subagja, menyampaikan sejumlah program kerja tahun 2026 yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren, pengembangan kewirausahaan santri serta kolaborasi dengan bebagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuti Harahap memaparkan bahwa, pesantren memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui pemberdayaan UMKM dan kewirausahaan santri, kolaborasi pemerintah daerah dan pesantren menjadi kunci dalam menciptakan ekonomi berbasis komunitas, ujarnya.













