“Disisi lain, belanja daerah tahun 2022 diperkirakan menjadi Rp 31,133 triliun atau turun 30% dari tahun lalu yang Rp 44,62 triliun,” Ujarnya.
Selain itu Daddy juga menyebut. pembiayaan pada tahun 2022 mendatang menurun sebanyak 724 milyar dari tahun 2021 Sedangkan pengeluaran naik sebesar 757 milyar dari 100 milyar pada tahun sebelumnya.
“Penerimaan pembiayaan tahun 2022 sebesar Rp 742 miliar turun dari tahun 2021 yang sebesar Rp 3,24 triliun. Pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 757 miliar atau naik dari Rp 100 miliar pada tahun 2021,” ucapnya.
Daddy menambahkan, besaran APBD tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 28 persen dari 44,72 triliun yang sekarang berada di angka 31.890 triliun, menurutnya itu sebuah turbulensi
“Volume APBD tahun 2022 secara keseluruhan adalah Rp 31,890 triliun. Berarti, ada penurunan sekitar 28% dari Rp 44,72 triliun pada tahun lalu. Ini yang saya sebut “turbulensi”,” ujarnya.













