Ia juga menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah cukup besar.
“Setiap dapur yang beroperasi bisa mempekerjakan sekitar 47 orang. Jika di satu kecamatan terdapat beberapa dapur, maka puluhan hingga ratusan lapangan pekerjaan baru dapat tercipta. Selain itu, program ini juga melibatkan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan,” ujar Surya Utama.
Sementara itu, Astrid Margareta menilai Program MBG merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dan DPR RI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.













