Mahasiswa yang mengikuti program tersebut dibebaskan dari biaya pendidikan di kampus tujuan. Yayasan dan lembaga juga memberikan bantuan 50 persen untuk biaya keberangkatan.
“Mereka tidak bayar biaya pendidikan di sana. Mereka hanya menyiapkan biaya pesawat dan keperluan visa. Bahkan, Yayasan dan lembaga turut membantu 50 persen dari biaya keberangkatan,” jelas Nurhaeni.
Sebelumnya, Rektor USB YPKP Bandung, Dr. Didin, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, program internasionalisasi mahasiswa diharapkan dapat memperluas pengalaman dan wawasan mahasiswa sekaligus memberikan nilai tambah bagi kampus.
“Mudah-mudahan kegiatan internasionalisasi dari kampus USB YPKP ini bisa memberikan banyak dampak, tidak hanya kepada kampus tetapi juga nantinya kepada masyarakat secara nasional. Diharapkan juga memberikan dampak dari sisi pengalaman dan wawasan mahasiswa,” ujarnya.













