Diakuinya pula, program ini mengubah banyak hal, antara lain kurikulum dan mahasiswa diperbolehkan belajar di prodi lain, termasuk di perguruan tinggi lain yang didasari adanya kerjasama, MoU dan MoA antar perguruan tinggi.
“Kondisi seperti itu butuh waktu sebetulnya, termasuk juga kerjasama dengan industri maupun media konvensional atau media yang lainnya,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, dijelaskannya bahwa MBKM di Universitas Sangga Buana (USB) YPKP juga mulai berlaku pada semester ganjil ini, dan dilakukan secara bertahap.
“Paling tidak USB sudah memulainya dari hal-hal yang paling sederhana dulu. Misalnya untuk pertukaran mahasiswa. Untuk sementara kami hanya berlakukan di lingkungan internal tapi berbeda prodi. Misalnya begini, mata kuliah komunikasi bisnis, itu ada di prodi ilmu komunikasi, ada di prodi ekonomi bisnis, ada di prodi manajemen. Jadi kita lakukan sementara seperti itu,” ungkap Tatang.













