Made menyampaikan permohonan, maaf tidak bisa menghadiri semua undangan dari kegiatan ini yang dikirim oleh PHDI Kota dan Kabupaten kepada Ketua PH PHDI Provinsi Jawa Barat, semoga semua kegiatan Melasti di daerah dan wilayah yang menjadi tanggung jawab PHDI Kota dan Kabupaten dapat berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan.
Pelaksanaan melasti di Gunung Tangkuban Perahu menurutnya, bukan yang pertama kali hanya tempat sebelumnya berbeda dengan tempat sekarang.

“Upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta, Yang berarti menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan,” ujarnya.
Dalam kepercayaan Hindu, ditambahkan Made, sumber air seperti danau dan laut serta air suci dari mata air dipegunungan dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan. Sumber-sumber air tersebut memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, termasuk umat manusia. Karena itulah, upacara melasti selalu diadakan di tempat-tempat khusus seperti tepi pantai, tepi danau atau gunung.










