Saran penelitian ini meliputi pengembangan metodologi melalui studi longitudinal dan mixed-methods untuk mengukur durasi dampak ta’tsīr. Secara praktis, direkomendasikan penyusunan modul pelatihan praktisi rukiah berbasis pemilihan ayat kontekstual dan integrasi konsep I’jāz Ta’tsīrī ke dalam kurikulum pendidikan Al-Qur’an.
Lebih lanjut, diperlukan kolaborasi interdisipliner dengan neurosains dan psikologi untuk mengeksplorasi korelasi antara pengalaman spiritual dengan indikator fisiologis, guna memperkuat posisi rukiah sebagai modalitas terapeutik yang ilmiah dan terukur***
Page 6 of 6











