Kedua, penelitian ini menawarkan definisi I’jāz Ta’tsīrī yang berbasis data empiris, bukan hanya teoritis abstrak. Ketiga, penelitian ini adalah yang pertama menstrukturkan dinamika definisi I’jāz Ta’tsīrī ke dalam Rumus Matematis.
Keempat, penelitian ini menemukan bukti empiris bahwa daya Ta’tsīr lafaz bersifat mandiri (Otonom) dan independen dari pemahaman kognitif. Kelima, penelitian ini menawarkan rekonstruksi Ontologi Gangguan (Teori Parasitisme Struktural), di mana gangguan jin dipandang sebagai struktur rekayasa yang bersifat parasitik dan hanya kuat jika menumpang pada inangnya, yaitu kelemahan manusia.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang Al-Qur’an, serta dapat digunakan sebagai acuan bagi pengembangan terapi spiritual dan pengobatan











