Ketiga, model efektivitas Ta’tsiri (The Effectiveness Model) telah dirumuskan, yang memetakan dinamika pengaruh Al-Qur’an dalam dua kondisi matematis, yaitu persamaan umum dan teorema limit kemukjizatan. Model ini dapat digunakan untuk memahami bagaimana Al-Qur’an dapat mempengaruhi jiwa dan raga manusia.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang Al-Qur’an, serta dapat digunakan sebagai acuan bagi pengembangan terapi spiritual dan pengobatan holistic.

Novelty Penelitian tentang I’jāz Ta’tsīrī Al-Qur’an
Penelitian tentang I’jāz Ta’tsīrī Al-Qur’an telah menghasilkan beberapa kebaruan (novelty) yang signifikan. Pertama, penelitian ini menggeser paradigma studi Al-Qur’an dari studi Tekstual-Linguistik menjadi studi Fenomenologis-Performatif, di mana Al-Qur’an dipandang sebagai subjek yang bertindak.











