Dia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan politik termasuk olahraga harus menjadi perhatian demi kemaslahatan umat.
“Kalau kami berpikir olahraga ini tidak bisa dipisahkan dari politik dan memang udah tepat kita memberikan perhatian bahwa semua termasuk olahraga tidak dipisahkan dari politik,” jelasnya.
Terkait penolakan Timnas Israel U-20, Hakim menyampaikan, hal itu berkaitan dengan kebiadaban Israel sebagai penjajah. Sehingga sudah selayaknya sebagai sesama umat Islam menolak kedatangan Timnas Israel U-20.
Di sisi lain, lanjut Hakim, masyarakat Indonesia, khusunya Jawa Barat yang mayoritas muslim, punya ikatan bukan sekadar perasaan tapi pikiran, aqidah Islam.
“Kita sama-sama memahami bahwa Israel ini adalah penjajah dan memang sejak dulu kita Indonesia tidak pernah menjalin hubungan diplomatik,” bebernya.











