Sidak ini juga melibatkan unsur elite TNI AL lainnya sebagai kekuatan penyerang (bulsi). Tim Kopaska melaksanakan surveillance senyap, di mana Tim Sabotir 1 Kopaska melakukan infiltrasi dan mengendap sejak dini hari hingga waktu yang ditentukan (Time on Target/TOT) untuk melaksanakan skenario penculikan salah satu pejabat Korps Marinir.
Aksi berlanjut dengan simulasi udara menggunakan pesawat King Air sebagai unsur bulsi pada pukul 08.15 WIB, disusul pergerakan helikopter yang melaksanakan approach serta hover di atas Gedung Cakra untuk upaya ekstraksi.
Namun, dalam skenario ini, tim udara terpaksa meninggalkan lokasi karena respons pertahanan udara (Hanud) Korps Marinir yang sigap melakukan penindakan.
Kasal menyaksikan langsung bagaimana koordinasi antar lini di Pasmar 1 bekerja, termasuk saat tim sabotase yang membawa sandera berupaya meloloskan diri menggunakan Kendaraan Taktis (Rantis).













