Terkait mekanisme yang dilakukan di SPPG hingga makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah, kata Helmi, semuanya dilakukan sesuai SOP (Standard Operating Procedure) yang telah ditetapkan. Hal itu sebagai upaya menjaga quality control dari makanan agar tidak terkontaminasi dan higienis.
Mengenai jumlah SPPG atau layanan dapur sehat di wilayah Korem 081/DSJ, terangnya, ke depan akan masih terus bertambah sesuai dengan kebutuhan.
“Ke depan itu akan ditambah (SPPG) sesuai dengan luasan dan berapa persentase jumlah masyarakat yang perlu dilayani dihadapkan pada kebutuhan satu dapur itu melayani 3.000 orang. Jadi nanti tinggal dikalikan saja jumlahnya,” urainya.
Diharapkan, melalui program makan gratis itu akan mampu mencetak generasi-genarasi muda yang unggul ke depannya, serta berdampak terhadap penurunan angka stunting.













