Uung pun mengapresiasi setiap program yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung dalam upaya menangani permasalahan banjir dan sampah ini.
“Kami apresiasi Pemkot Bandung dalam hal ini SKPD terkait. Contohnya DSDABM terus meningkatkan program drum pori, revitalisasi lahan kritis, perbanyak kolam retensi, perbaikan DAS dengan adanya rumah pompa serta program lainnya. Tentu ini dapat mengurangi genangan air dari 68 titik banjir menjadi 6 titik saja,” ujar Uung.
Terkait masalah sampah, Uung menilai perlu ada sentuhan teknologi yang diterapkan untuk mengatasi masalah sampah.
“Produksi sampah di Kota Bandung mulai dari produksi sampah rumah tangga, perhotelan, restoran dan lainnya itu mencapai 1.529 ton per hari dan yang bisa diangkut ke TPA itu hanya 1.300 ton perhari. Saya menilai program Kang Pisman dan Bank Sampah belum benar-benar maksimal dan tentunya perlu ada teknologi,” ujarnya.













