Menanggapi permasalahan itu, Uben menyatakan, kalau hal itu tidak menjadi masalah. Sebab program ini memang bertujuan untuk meminimalisir aktivitas bank emok. Semua bisa mengajukan diri berdasarkan kelompok yang terdiri dari 5 – 10 orang warga.
“Kami tidak akan mempersulit masyarakat, tapi kami memberikan akses kemudahan bagi masyarat untuk bangkit kembali melalui pinjaman modal atau dana bergulir ini,” imbuh Uben.
Tapi yang perlu digarisbawahi, lanjut dia, ini bukan bantuan modal gratis melainkan dana bergulir. Selanjutnya tinggal kesanggupan masyarakat untuk pembayarannya. Bisa mengangsur selama 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.
“Intinya program ini merupakan bukti kepedulian Pemkab Bandung terhadap perekonomian masyarakat di masa pandemi yang berkeinginan untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat dengan program unggulan pinjaman bantuan modal tanpa bunga dan agunan,” pungkas Uben. ***













