“Iya jadi tiga orang itu hanya menerima Rp 800 ribu, sedangkan Rp 100 ribu yang masing-masing mereka terima itu palsu. Jadi totalnya Rp 300 ribu uang palsu,” ujarnya.
Agus menambahkan, orang yang pertama kali mengambil uang tersebut dari Bank Sumsel Babel di Tulus Ayu ialah bendahara desa pada Senin (30/8/) dengan total 10,8 juta. Setelah uang itu diambil oleh bendahara desa, keesokan harinya uang tersebut dibagikan kepada para penerima BLT DD.
“Saat itu saya juga ikut membagikan, disaksikan langsung oleh Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa dan Bendahara Desa,” ujarnya.
Salah satu penerima BLT DD Samsul mengungkapkan, ia pertama kali mencurigai bahwa satu uang yang ia terima palsu karena memiliki perbedaan.
“Yang anehnya uang itu saat dilipat timbul garis putih, setelah itu kami melaporkan hal itu ke Kadus dan Kades. Kemudian kami diarahkan untuk melapor ke Polsek Madang Suku I dan sekarang uang itu sudah diamankan oleh anggota Polsek,” tutupnya.(HM)













