Diharapkan para Ketua Pengprov/Pengkot/Pengkab memiliki integritas, kredibilitas dan juga dapat bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mampu menjalankan roda organisasi sebagaimana diatur dengan AD/ART PBTI. “Perlunya sinergi antara PBTI dengan Pengprov/Pengkot/Pengkab untuk pembinaan atlet melalui seleksi yang terbuka, objektif, akuntabel, sehingga dengan strategi tepat dan jitu mampu mencetak atlet berkaliber standar internasional. Kiranya Pengprov/Pengkot/Pengkab dapat melakukan pembinaan yang mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat internasional dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Taekwondo Indonesia,” ujar Ketum PBTI.
Di sisi lain, Letjen TNI Richard Tampubolon mengingatkan bahwa dalam waktu dekat PBTI akan memproyeksikan dan merealisasikan Kejuaraan Nasional Cadet dan Junior 2026 di Samarinda Kaltim tanggal 23 sd 26 April 2026, Babak Kualifikasi Asian Games di Mongolia bulan Mei 2026, Hasil Bidding untuk Kejuaraan Internasional Level G2 di Fujairah UEA, 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships di Tennis Indoor GBK Jakarta tanggal 1 sd 5 Agustus 2026 rencana akan diikuti 20 Negara, Asian Games yang akan dilaksanakan di Aichi – Nagoya tanggal 1-3 Oktober 2026.













