“Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen TNI melalui peran Babinsa dalam membantu petani menjaga produktivitas pertanian,” tegas Sertu Mujianto di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di tengah petani juga bertujuan memberikan motivasi serta memastikan langkah pengendalian dilakukan secara tepat dan terpadu.
Hama wereng dikenal sebagai salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang kerap menyerang lahan persawahan, terutama saat kondisi cuaca mendukung perkembangbiakannya. Serangan wereng dapat menyebabkan daun menguning, tanaman mengering, hingga gagal panen apabila tidak segera ditangani. Karena itu, koordinasi antara petani, penyuluh dan aparat teritorial dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kerugian.













