Dalam suasana akrab dan penuh keterbukaan, warga didorong aktif menyampaikan keluhan, mulai dari kendala layanan kesehatan, kesulitan akses obat-obatan, hingga kekhawatiran terhadap penyakit musiman yang rawan muncul saat cuaca ekstrem.
“Melalui kegiatan ini, kami membangun komunikasi dua arah. Apa yang menjadi keresahan warga, kami dengar langsung, dan kami pastikan segera direspons melalui koordinasi dengan pihak kesehatan,” tegas Sertu Purwanto, sosok Babinsa yang dikenal dekat dengan warganya.
Senada, Bripka Imam Subeki menambahkan bahwa kehadiran Tiga Pilar bukan sekadar simbol, melainkan wujud konkret keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
“Kami ingin masyarakat tahu, mereka tidak sendirian. TNI, Polri, dan pemerintah kelurahan selalu hadir, mendengar, dan bertindak untuk mereka, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih,” tandasnya.













