Kondisi jenazah yang diperkirakan telah beberapa hari berada di lokasi menyebabkan bagian wajah korban sulit dikenali. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada aparat gabungan untuk penanganan lebih lanjut.
Bati Tuud Koramil 0806-05/Kampak, Peltu Rohadi yang berada di lokasi mengatakan, laporan kehilangan korban sebenarnya telah diterima sejak pertengahan Maret lalu melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
“Korban sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak tanggal 12 Maret 2026 kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bogoran. Upaya pencarian sudah dilakukan beberapa kali, namun korban belum ditemukan. Sore ini ada warga yang mencari rumput mencium bau menyengat, kemudian setelah dicari sumbernya ternyata ditemukan jenazah di lereng Gunung Manik Oro,” kata Rohadi.













