Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. “Kesiapsiagaan bukan hanya soal menghafal prosedur, tetapi membiasakan diri untuk selalu siap, cepat dan tepat saat bencana benar-benar terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Czi Yudio Aji Susanto, S.Sos, M.A, melalui Danramil 0806-12/Munjungan, Kapten Inf Agus Sujiono, S.Sos, menegaskan bahwa, momentum HKB harus dimanfaatkan untuk membangun budaya sadar bencana.
“Melalui simulasi ini, kita ingin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga individu dalam memperkuat ketahanan dari tingkat lokal hingga nasional,” tegas Kapten Agus di hadapan peserta.
Dalam simulasi, warga diajarkan bagaimana cara bertindak saat gempa terjadi, mencari perlindungan, hingga proses evakuasi mandiri menuju zona aman tsunami. Anak-anak sekolah, warga desa, serta relawan tampak antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan petugas.











