Cyber Exercise difokuskan pada peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap ancaman serangan siber yang menargetkan sistem komando dan kontrol militer, sekaligus menguji respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi skenario serangan malware, ransomware, maupun distributed denial of service (DDoS). Selain itu, latihan ini juga menjadi forum untuk menyusun protokol keamanan bersama dalam melindungi infrastruktur kritis, komunikasi militer, dan data operasional yang bersifat sensitif.
Selain itu, latihan ini juga dirancang untuk memperkuat interoperabilitas pertahanan Siber, meningkatkan resiliensi digital, serta mempererat kepercayaan internasional di kawasan Indo-Pasifik.
Rangkaian latihan dilaksanakan dalam dua kegiatan yaitu sesi akademik yakni presentasi dari pemapar berupa simulasi perencanaan strategis menghadapi serangan Siber lintas negara, serta technical drill yang menekankan pada latihan teknis seperti penetration testing, forensic analysis, dan incident response coordination. Dengan kombinasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman strategis sekaligus pengalaman teknis yang aplikatif.












