“Melalui PSM, kami ingin menanamkan kembali semangat juang, kedisiplinan dan cinta tanah air kepada para prajurit,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan kaderisasi yang dilakukan juga menjadi sarana pembinaan fisik dan mental bagi para prajurit agar semakin tangguh, berkarakter dan memiliki daya juang tinggi.
Selain menjadi kader PSM di satuannya masing-masing, para peserta diharapkannya juga mampu berperan sebagai duta pelestarian pencak silat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sebagai informasi, Pencak Silat Militer adalah bentuk seni bela diri khas Indonesia yang dikembangkan dan diterapkan di lingkungan TNI Angkatan Darat. Berbeda dengan pencak silat tradisional yang menonjolkan unsur seni dan budaya, PSM lebih berfokus pada aspek pertarungan praktis, pertahanan diri dan efektivitas dalam pertempuran jarak dekat. (Red).













