Lebih lanjut, Jenderal Tandyo menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah, yang difokuskan pada dukungan terhadap program pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. “Selama ini, ini baru kita mulai. Tentunya secara regulasi ada di Kementerian Desa dan Kementerian Koperasi. Kami, bersama Agrinas Pangan Nusantara, berperan untuk mempercepat pembangunan secara menyeluruh,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menjelaskan bahwa pembangunan fisik ini merupakan langkah awal implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, setelah sebelumnya Presiden Prabowo Subianto meresmikan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Menurutnya, pembangunan gerai dan fasilitas pendukung ini merupakan tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Ia pun mengapresiasi dukungan aktif TNI dalam mempercepat pelaksanaan program strategis nasional tersebut. “Saya yakin kalau TNI sudah turun, apalagi ini disebut sebagai operasi militer selain perang, insyaallah dalam waktu yang secepat-cepatnya ini akan bisa diselesaikan,” ujar Ferry.











