Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman dan bekal keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.
“Harapannya para peserta dapat mempunyai bekal pengetahuan mengenai langkah-langkah pertolongan pada korban yang mengalami henti napas maupun henti jantung sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis,” kata Kapenrem 081/DSJ, Mayor Inf Ismail dalam keterangan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan.
Dengan adanya pelatihan BHD, Ismail berharap, para pelajar SMKN 1 Wonoasri dapat menjadi bagian dari masyarakat yang tanggap dan mampu memberikan pertolongan awal secara cepat, tepat, aman dan sesuai prosedur.













