Berdasarkan estimasi awal, keberadaan rokok ilegal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp380.000.000.
Selanjutnya, seluruh barang bukti berupa rokok ilegal, kendaraan truk, serta dua orang yang diamankan dibawa ke Markas Komando Lanal Mataram guna menjalani proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan pelabuhan dari berbagai aktivitas ilegal yang selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali kepada seluruh jajaran TNI AL agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan laut serta memberantas segala bentuk kegiatan ilegal yang merugikan negara.













