Untuk satu titik sumur bor yang dibangun tersebut, ia memperkirakan akan mampu menjangkau area pertanian seluas 20 hektare, sehingga memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian.
Sedangkan dari keseluruhan tujuh titik sumur bor yang dibangun, diharapkan akan mampu meningkatkan Luas Tahan Tanam (LTT) sekitar 310 hektare.
Tak berhenti untuk pertanian, pembangunan sumur bor itu diakuinya juga menyasar pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga sehari-hari.
“Tadi disampaikan oleh Dansatgas (Letkol Inf Hasan Dasuki) bahwa satu titik sumur bor juga dapat melayani sekitar 500 Kepala Keluarga (KK). Jadi, jika ditotal, masyarakat yang menerima manfaat air bersih ini mencapai kurang lebih 3.500 KK,” terangnya.
Sementara itu, Kasiter Kasrem 081/DSJ, Letkol Inf Subagya berharap, sisa waktu yang ada dapat dioptimalkan agar hasil yang dicapai semakin maksimal.











