Satu lagi peristiwa yang mirip, tetapi sedikit berbeda kisahnya. Tersebutlah seorang anggota tim transkrip. Karena kebijakan work from home (WFH), maka dia mengerjakan tugas transkrip materi Yuri dari rumah. Syahdan, ketika era Gugus Tugas berakhir, maka berakhir pula tugas Yuri sebagai jubir yang setiap hari “manggung”.
Staf transkrip ini menyampaikan perasaannya yang sangat sedih. Bukan karena pekerjaan mentranskrip sudah selesai, tapi karena selama Maret hingga Juli mentranskrip keterangan pers Yuri, ada satu keinginan terpendam yang belum tersampaikan, yakni ingin berfoto bareng Yuri.
Kisah itu akhirnya sampai ke telinga Yuri. Apa yang terjadi? Yuri menanyakan nama dan alamat petugas transkrip itu, dan segera meluncur ke rumahnya. Anda bisa bayangkan betapa bahagianya staf transkrip itu. Bukan saja bisa berfoto bersama Yuri, lebih dari itu, Yuri sendiri yang datang ke rumahnya.













