Lantas apa yang harus kita lakukan dalam rangka membuka dan mengisi lembaran baru ini. Ada beberapa langkah, di antaranya:
Pertama, muhasabah diri; Muhasabah adalah menghitung dan mengkoreksi terkait apa yang sudah kita lakukan dan belum pada tahun lalu. Tentu untuk diperbaiki atau diubah perilaku maupun ibadah agar tidak banyak penyelasalan pada waktu-waktu yang akan datang. Sahabat Umar bin Khattab pernah mengatakan, ’’Hisablah dirimu sebelum dihisab”.
Ketika merasa belum berhasil mencapai cita-citanya, perkuat dan perdalam muhasabah sehingga akan dapat memahami kekurangan dan kesalahan yang diperbuat untuk tidak diulangi dan berusaha mengubah kepada yang lebih baik, baik urusan dunia maupun akhirat. Allah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwa lah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwa lah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’’ (QS Al-Hasyr: 19).













