Pada tahapan awal, para Babinsa ini beradu ide dan memaparkan program-program kerjanya pada Dewan Juri selama 1 jam. Sebanyak 50 Babinsa dengan program kerja/pengabdian terbaik akan maju ke babak selanjutnya.
Pada babak berikutnya, para dewan juri akan melakukan penilaian langsung ke wilayah kerja masing-masing Babinsa untuk menilai secara langsung bagaimana program-program mereka terlaksana, dan memberi dampak pada desa dimana mereka mengabdi.
Pada akhir kompetisi akan dipilih 3 Babinsa terbaik untuk masing-masing kategori serta 1 Kodim terbaik dengan babinsa penyabet penghargaan terbanyak.
“Ini saya pikir adalah yang pertama di jajaran TNI Angkatan Darat dan pertama di Indonesia. Kita berharap ini akan menjadi program rutin dan akan menjadi program nasional di jajaran TNI Angkatan Darat,” jelas mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara pada 2011 ini.













