Lebih lanjut dikatakan, gerakan tersebut sudah berjalan dibeberapa Kota Bandung, dan juga sudah sampai 27 Kabupaten dan Kota Jawa Barat yang bekerjasama dengan pemerintah daerah masing – masing.
Menurut Raja Misah, terkait daya serap minatnya saat ini masih dibawah 50%. Hal ini dikarenakan terkendala dari keterbatasan SDM pengurus yang ada ditingkat DPD yang sudah mulai sepuh (tua).
“Kalau mengandalkan SDM IKA BKPRMI tentunya sangat terbatas. Tapi tentunya banyak anak- anak remaja Masjid yang bisa melakukan,” ujar Raja Misah.
Pemuda Masjid juga memanfaat teknologi informasi dengan program digital, yang diharapkan bisa cepat menjangkau tanpa mengubah nilai- nilai dari pembelajarannya.
Lain dari pada itu, BKPRMI juga memberikan penghargaan bagi para santri terbaik dari tingkat TKA, TPA, dan TQA tingkat Provinsi Jawa Barat.













