Adapun jenis-jenis pisang yang dikembangkan antara lain pisang brangan (ayam), pisang ambon, pisang tanduk, pisang wak, pisang lidi, pisang mas, pisang banten, dan pisang kepok.
“Pisang dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi, permintaan pasar yang stabil, dan waktu panen yang relatif singkat, yakni sekitar 10 bulan. Ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Danrem.
Selain dikonsumsi secara internal oleh keluarga besar Korem 012/TU, hasil panen ini juga akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga besar TNI, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani binaan dan membantu pengendalian inflasi daerah.












