Setelah pesawat diarahkan mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin, rangkaian pengamanan yang terdiri dari VCP, Rantis Pasgat, Patroli Pomau, K-9, Hanlan, Ambulance, PK serta Tim Jihandak Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna mengawal pesawat menuju area isolasi. Seluruh unsur kemudian bergerak cepat melaksanakan prosedur pengamanan, melakukan blokade area, serta mengevakuasi penumpang dan awak pesawat sesuai tugas masing-masing.
Tim Jihandak Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna selanjutnya melakukan deteksi, identifikasi, hingga pengamanan terhadap objek mencurigakan yang diduga sebagai bom, dan melaksanakan bomb disposal sesuai standar penanganan bahan peledak.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menegaskan bahwa latihan ini dirancang untuk menguatkan sinergi lintas instansi, mempercepat respons, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai protokol. โAncaman teror, termasuk bom di pesawat, merupakan tantangan nyata bagi dunia penerbangan. Melalui latihan ini, kita memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya secara tepat sehingga mampu merespons cepat, tepat, dan efektif dalam kondisi darurat,โ ujar Marsma Arifaini.












