Namun ia optimis kalau cita rasa daun teh dari PTPN VIII mempunyai kriteria tersendiri bagi masyarakat eropa. Malah perkembangannya semakin signifikan dengan banyaknya permintaan pesanan.
Sementara Kabag Promosi PTPN VIII, Dendi Firmanda, yang mendampingi Heru, menambahkan, kalau teh dari PTPN VIII memang mempunyai nilai jual tinggi di luar negeri. Dulu memang menjual teh dalam kemasan box dan botol. Tapi karena perkembangan zaman, terjadi penurunan dalam penjualan di dalam negeri.
Hal itulah, disebutkan Dendi, yang mendorong PTPN VIII untuk melakukan improvisasi dengan melakukan upaya variant baru produksi teh yang dihasilkannya. “Jadi kita masih bisa bersaing dengan produk-produk teh lainnya, karena kami telah berhasil membuat variant baru yang beda dengan yang lainnya,” ujar Dendi.***











