Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari program tersebut, khususnya dalam membuka peluang kerja di tengah tantangan ekonomi global.
“Melalui program ini, serapan tenaga kerja diharapkan meningkat. Kita ingin kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan lebih luas, terutama di tengah kondisi banyaknya PHK di berbagai sektor,” tambahnya.
Program MBG sendiri merupakan program strategis nasional yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025 dengan sasaran utama peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini bertujuan menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan program MBG. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.













