“Dengan Makan Bergizi Gratis mari bersama-sama kita bangun kualitas SDM untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di wilayah 3T.” Ujarnya.
Teti juga menyoroti kondisi ekonomi global yang berdampak pada serapan tenaga kerja di dalam negeri. Ia berharap melalui pelaksanaan Program MBG, tidak hanya persoalan gizi yang tertangani, tetapi juga terbuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Dengan demikian, program ini diharapkan memberikan efek ganda, yakni peningkatan kualitas kesehatan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal program tersebut serta melihat progresnya dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Sosialisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.













