UIN Bandung berasa di posisi ketiga adalah alarm kualitas yang harus dijawab dengan perbaikan riset, peningkatan kinerja dosen, dan internasionalisasi total. Rekomendasi untuk para pemangku kepentingan: (1) perkuat pusat riset dan kolaborasi global, (2) tingkatkan proporsi dosen bergelar doktor, (3) optimalkan relasi industri untuk menaikkan reputasi lulusan, dan (4) pastikan tata kelola kampus mendukung budaya akademik yang progresif.
Tertinggal adalah peringatan. Namun bangkit adalah kehormatan ilmiah. Dengan strategi yang tepat dan keberanian melakukan perubahan, UIN Bandung dapat kembali merebut posisi unggul dan menjadi pusat rujukan PTKIN di Asia. Wallahu A’lam***










