Inilah cuplikan lengkap wawancaranya:
Pertama: Bagaimana Tanggapan Prof., terhadap Posisi UIN Bandung Menjadi ke-3?
Posisi ketiga harus dipahami sebagai peringatan strategis, bukan penurunan martabat akademik. Dalam dinamika pemeringkatan, perubahan posisi adalah hal wajar, apalagi ketika kampus-kampus lain mempercepat langkah internasionalisasi dan peningkatan kualitas riset. UIN Bandung tetap berada di jajaran kampus PTKIN terbaik Indonesia, menandakan fondasi akademik yang kuat. Namun peringkat ini sekaligus menjadi cermin bahwa upaya yang dilakukan belum cukup untuk memenangkan kompetisi Asia. Sikap ilmiah yang ideal bukan meratapi perubahan, melainkan menjadikannya momentum introspeksi dan percepatan. Civitas akademika perlu melihat posisi ini sebagai energi baru untuk memperbaiki tata kelola riset, meningkatkan reputasi akademik, dan memperluas jejaring global. Dengan kata lain, posisi ketiga bukan kegagalan, tetapi titik balik untuk melompat lebih jauh.










