Artikel ini berpijak pada Teori Reputasi Institusi, Quality Assurance Theory, dan Triple Helix Model (University–Industry–Government). Ketiga teori menegaskan bahwa reputasi akademik, riset, dan kolaborasi adalah sumber utama daya saing universitas dalam ekosistem pendidikan tinggi modern. Kesenjangan performa UIN Bandung berada pada kerangka MICt (Management, Innovation, Collaboration, Technology) dan MET (Mobility, Exposure, Talent). Tantangan riset, kurangnya mobilitas internasional, dan ketimpangan kualifikasi akademik antar fakultas menunjukkan perlunya pembenahan struktural dan kultural.
Tujuan Penulisan ini untuk menjawab tiga pertanyaan mendasar dari jurnalis Bedanews: bagaimana menyikapi posisi UIN Bandung yang turun, apa penyebabnya, dan bagaimana strategi ilmiah untuk merebut kembali posisi unggul.










