Selanjutnya pasien dievakuasi menuju KRI SHS-990 dan segera dilaksanakan assessment. Pasien mengalami patah tulang cruris terbuka di sebelah kiri, dan patah tulang tibia sebelah kanan. Sehingga tim medis bersama Persatuan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) yaitu dr. Charles Apulta Meliala, Sp.OT-CFA dan dr. Budi AM Siregar, Sp.OT., memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pada pasien di atas kapal.
Kegiatan operasi yang berlangsung selama dua jam tersebut berjalan dengan lancar, dan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan standar pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan operasi berjalan dengan lancar, dan saya berharap semoga masa depan anak saya bisa seperti yang lainnya. Sekali lagi saya ucapkan kepada tim Angkatan Laut dan Pak Prabowo, beribu ribu terima kasih,” tegas Sartono.












