Alih-alih terdapat selebrasi terhadap dukungan itu, Nasdem justru bergerilya atau bersilaturahmi ke Gerindra dan Golkar. “Ini artinya ada kegalauan yang sulit untuk ditutup-tutupi dari langkah Nasdem beberapa hari terakhir ini. Mulai dari kunjungan elit Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB, pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi dan ditutup kunjungan Surya Paloh ke Golkar,” kata Burhanuddin.
Ia melihat di satu sisi ada kegalauan dari Nasdem di mana mereka ingin membuat exit strategy yang elegan karena sudah mencapreskan Anies Baswedan, dan sudah masuk terlalu jauh untuk mundur. Sehingga mereka seperti harus melakukan U-turn yang berat jika Nasdem tiba-tiba tidak jadi mencapreskan Anies Baswedan.
“Kegalauan itu yang saya baca dari langkah Nasdem beberapa hari ini,” kata Burhanuddin.













