Yang menarik dalam pertemuan itu menurut Burhanuddin, mengapa penjajakan koalisi yang dilakukan Surya Paloh itu justru ke Golkar, bukan ke PDIP. Ini, menurutnya, seperti Nasdem tak ingin ditinggal dalam koalisi. Hal ini juga terlihat dari langkah petinggi Nasdem lainnya datang ke Partai Gerindra, dan bukan ke PDIP.
“Ini soal pilihan di mana penjajakan itu diadakan, menunjukkan bahwa Golkar, Gerindra atau PDIP, masih ada dalam perencanaan Nasdem dalam peta menuju 2024. Tapi untuk konteks PDIP sepertinya Nasdem kesulitan, karena tidak ada penjajakan sama sekali ke sana. Pilihan tempat itu menunjukkan bahasa politik yang kita tangkap tentang peta politik 2024,” ujar Burhanuddin.
Melihat hal ini, Burhanuddin menyatakan, jika penjajakan Nasdem ke PDIP saja belum terjadi, maka untuk koalisi menuju 2024 antara kedua partai sulit untuk terjadi.













