Dr. dr. Rahyussalim, Sp. OT (K), Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan Program Dokter Spesialis dan Subspesialis FKUI juga mengatakan, Saya sebagai praktisi sangat mengharapkan adanya Walking Centre ini. Karena, kami banyak sekali menjumpai orang-orang yang berusia lanjut dan sebagian orang-orang dewasa muda yang sudah tidak bisa berjalan. “Sekarang dengan dukungan teknologi Hybrid, yaitu stem cell dan Wearable Cyborg, maka proses penyembuhan pasien di Walking Centre RSUI akan lebih cepat,” tutur Dr. dr Rahyussalim.
“Tentu kita mengharapkan dukungan dari pemerintah, kementerian dan lembaga. Yang pasti saat ini kita minta dukungan Prof Eko dari PTPI untuk mendorong pemerintah dapat merealisasikan Walking Centre ini,” jelasnya kepada wartawan.
Untuk memperkenalkan teknologi ini secara lebih luas, maka Perkumpulan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI) telah mengundang Professor Yoshiyuki Sankai dari Cyberdyne Jepang dan Dr. dr. Rahyussalim, Sp. OT (K) dari FKUI untuk memaparkan teknologi ini dalam Forum Teknik Pelayanan Kesehatan (INAHEF 2024) yang diselenggarakan oleh Badan Standarisasi Nasional, Kemenkes, Kemenperin, Bappenas dan Kantor Staf Presiden di SMESCO, Jakarta pada tanggal 17-19 September 2024.













