JAKARTA, BEDAnews – Krisis kemanusiaan di Palestina kembali mengetuk solidaritas masyarakat dunia. Di tengah keterbatasan air bersih yang semakin parah di Gaza dan West Bank, ratusan unit filter air Nazava buatan Bandung akan segera dikirim untuk membantu warga yang terpaksa mengonsumsi air bercampur garam laut akibat rusaknya infrastruktur air.
Inisiatif kemanusiaan ini digagas oleh International Islamic Youth League (IIYL), organisasi non-politik dan non-profit yang selama lebih dari tiga dekade aktif membantu negara-negara muslim, terutama di Afrika. Namun situasi Palestina yang kian memprihatinkan membuat IIYL mengalihkan perhatian pada kebutuhan air bersih di wilayah konflik tersebut.
Executive Chairman IIYL, Muhammad Zuhaili, menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih sudah berada pada titik kritis. Ia mengaku prihatin melihat warga Palestina terpaksa meminum air yang tidak layak konsumsi. “Air bersih menjadi masalah yang sangat mendesak. Banyak dari mereka hanya bisa mengonsumsi air yang mengandung garam laut. Ini tragedi yang menyentuh sisi kemanusiaan kita,” ujarnya pada konferensi pers di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Untuk tahap pertama, IIYL menyiapkan 100 hingga 150 unit filter air Nazava. Pengiriman dijadwalkan dimulai pada akhir November atau awal Desember 2025. Zuhaili menambahkan bahwa bila alat tersebut terbukti membantu, IIYL akan menambah jumlah pengiriman. Bahkan, teknologi yang sama berpotensi diperluas ke negara-negara Afrika yang juga menghadapi krisis air bersih.
Bantuan ini disambut baik oleh Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Muammar M.H Milhim. Ia merasa kagum dengan teknologi sederhana yang mampu mengolah air kotor menjadi air minum tanpa memerlukan listrik. Menurutnya, perangkat seperti ini sangat relevan bagi warga Palestina yang hidup dalam keterbatasan energi. “Kondisi rakyat kami sangat sulit. Air bersih adalah kebutuhan paling dasar yang kini menjadi langka,” ujarnya.
Nazava sendiri merupakan teknologi filter air hasil penelitian panjang oleh tim dari Bandung. Owner Nazava, Ujang Koswara, menjelaskan bahwa alat tersebut telah mendapat sertifikasi WHO dan lolos uji laboratorium di lebih dari 35 daerah di Indonesia. Filter ini memiliki tiga tahap penyaringan: keramik berpori dari karang laut untuk menyaring bakteri, nano silver untuk mengurangi bau, serta karbon aktif yang menetralkan rasa air.
Ilman Murgan, Regional Business Development Director Nazava, menambahkan bahwa teknologi ini bukan hanya dibutuhkan oleh warga Palestina. “Di banyak daerah Indonesia, isu air bersih juga belum sepenuhnya terselesaikan. Nazava hadir sebagai solusi praktis bagi keluarga berpenghasilan rendah,” ujarnya. Filter ini dapat mengubah air hujan, air kolam, air sungai, hingga air sawah menjadi air minum yang higienis.
Selain bantuan filter air, rilis resmi IIYL juga memaparkan kiprah organisasi tersebut selama bertahun-tahun. Berdiri sejak 1991, IIYL fokus pada berbagai program yang mencakup bantuan pangan, layanan sosial, pendidikan anak yatim, pemberdayaan pemuda, hingga program air bersih dan sanitasi di negara-negara Afrika. Organisasi ini telah mendistribusikan bantuan kemanusiaan dalam berbagai krisis, termasuk di DR Congo pada 2024.
Pengiriman filter air Nazava dari Bandung ini memberikan arti besar bagi masyarakat Palestina: bukan sekadar bantuan alat, tetapi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak pernah mengenal batas negara. Di tengah situasi yang sangat sulit, setiap tetes air bersih dapat menyelamatkan hidup.**











