Bilamana ada warga binaan yang mempunyai gejala TBC akan dilakukan tes dahak setelah itu dilakukan pemeriksaan lab yang sudah bekerjasama yakni BPKM (Balai Kesehatan Paru Masyarakat).
“Jika hasilnya positif, maka akan kami isolasi di ruangan terpisah untuk menghindari penyebaran penyakit TBC,” terangnya.
Disamping itu lanjut dia, pihaknya melakukan sosialisasi bahayanya penyakit TBC dan melakukan cek kesehatan secara berkala khususnya TBC kepada warga binaan di Poliklinik yang ada di Rutan Cirebon.
Ia menyebut, pada tahun 2022 ini, ada 3 warga binaan yang mengidap TBC. 2 diantaranya masih menjalani masa pengobatan.
“Satu warga binaan sudah bebas, namun kita rujuk ke puskesmas untuk penanganan lanjutan secara pribadi. Sedangkan dua lainnya masih menjalani pengobatan,” sebutnya.













