• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, Februari 2, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Tekad yang Kuat Layani Masyarakat, Eks Lurah Petojo Utara Dipta Dwipakusuma: Mari Wujudkan SDM Petojo Utara Unggul

Tekad yang Kuat Layani Masyarakat, Eks Lurah Petojo Utara Dipta Dwipakusuma: Mari Wujudkan SDM Petojo Utara Unggul

Asep Budi by Asep Budi
17 Januari 2026
in Ragam
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA || Bedanews.com – Namanya mencuat kembali di Wilayah Petojo Utara pada saat acara Silaturahmi yang diadakan Pukul 19.00.Wib. malam Hari. Hadir Walikota Jakarta Pusat, Arifin di RPTRA Kejora.Jalan Pembangunan 2 Jakarta Pusat.

Selanjutnya, melalui wawancara dan dialog antara Jurnalis dengan Narasumber saat ditemui, Eks Lurah Petojo Utara Dipta Dwipakusuma yang berkantor di Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, sebagai Kasubkel Pembinaan Komunitas dan Kemasyarakatan. Meski sedang sibuk, tetap menanggapi kedatangan Jurnalis dengan senang.

Dipta menceritakan kejadian pada hari Selasa tanggal 13 Januari 2026 dari Pak Udin, ketika Saya lagi jalan dengan sepeda Motor dari kantor kerumah, pada prinsipnya saya sangat berterimakasih atas kepercayaan dan kerjasamanya selama ini kepada Masyarakat, tokoh masyarakat, Lembaga kemasyarakatan sudah Berkolaborasi dengan baik, ucapnya.

Dipta menerangkan, namun seluruh keberhasilan yang diraih tentunya karena arahan dan dukungan Bapak Walikota Administrasi Jakarta Pusat dan Camat Kecamatan Gambir, imbuh Dipta.

BeritaTerkait

Duet Prasetyo, Marullah–Arief di PAM Jaya: Pelayanan Masyarakat Melesat, Target Gubernur Pramono 100% Layanan 2029 Kian Nyata

2 Februari 2026

Agus Santoso Tegaskan ZIS Alumni UNPAD Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

1 Februari 2026

“Dan serta dukungan yang sangat baik dari pengawai Kelurahan selama saya bertugas tanggal 17 Juli 2023 s/d 19 November 2025. Ada Pak Catur, Alm Bu Dewi, Bu Yuli, Bu Ria, Pak Musa, Pak Rizky, Pak Deny, Pak Yanto, Bu Mega, Bu Elin, Pak Kasman, Pak Udin dan terakhir 2 (dua) minggu sebelum saya mutasi ada Pak Vicky menjabat sebagai Sekel Petojo Utara menggantikan Pak Musa. Terimakasih juga kepada rekan-rekan operator ada Pak Putra, Bu Nida, Pak Indra, Bu Yeni dan Mbak Vitri. Selain itu saya ucapkan juga terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sektoral tingkat Kelurahan Petojo Utara, Kasatpol PP Pak Teguh dan team, Kasatpel Dukcapil Bu linda dan team, Kanit PTSP Pak Edi Jumantoro dan Pak Eko beserta team, Kepala Puskesmas Pembantu Dr. Diah beserta team, Babinkantibmas Pak Irvan, Babinsa Pak Siswanto, Pak Hobier dan Pak Hendry serta tidak lupa juga rekan-rekan PPSU dan RPTRA kebanggan saya,” ungkap Dipta kepada Jurnalis Jum’at
(16/1/2025).

Dipta menerangkan, sekitar satu minggu sebelum saya mutasi padahal kita semua baru saja jalan-jalan ke pangalengan untuk penyegaran dan juga mengadakan malam apresiasi tahun 2025, sedangkan pemenangnya adalah untuk PPSU terbaik Bapak Dakhlan, RPTRA Terbaik Bapak Dimas dan Operator terbaik Ibu Yeni. “Memang kegiatan tersebut kita jadikan tradisi setahun sekali untuk diadakan malam apresiasi untuk pegawai Kelurahan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pelayanan publik,” ucapnya.

Diceritakannya, Saya mulai bertugas menjadi PNS pada tahun 2014 di kantor pertama adalah di Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi sebagai Staf Teknis Analis Kelembagaan, setelah itu tahun 2020 bertugas di Unit Pengelola Rumah Susun Muara Baru sebagai Kasubag TU, tahun 2021 mutasi sebagai Kasubag Keuangan di Unit Pengelola Rumah Susun VIII Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman, mutasi berikutnya sebagai Lurah Kelurahan Petojo Utara 17 juli 2023. Semasa perjalanan karir, saya sangat beruntung ditempatkan di tempat-tempat yang memang kalau menurut saya lumayan susah, sehingga dari segi kemampuan saya banyak sekali mendapatkan pelajaran, sehingga ketika di beri amanah sebagai Lurah sudah tidak kaget karena di Rumah Susun juga saya menghadapi warga yang memang warga di Rumah Susun adalah Warga Relokasi, yang dimana dari segi ekonomi dan pendidikan rata-rata menengah kebawah, sehingga ketika saya mutasi ke Petojo Utara sebagai Lurah, sudah terbiasa menghadapi warga.

“Menjadi Lurah Petojo Utara, tidaklah sulit asalkan kita ikhlas dan intens dengan kondisi masyarakat Petojo Utara dimana mayoritas kelas menengah keatas, namun di sela-sela rumah yang bagus-bagus terdapat warga yang memang bertempat tinggal di gang,” imbuhnya.

Adapun permasalahan di masyarakat pastinya tidak jauh dari mentalitas, pendidikan dan ekonomi, sehingga langkah tahap demi tahap dengan metode perubahan pola pikir pegawai Kelurahan ataupun warga yang sering saya lakukan memberikan arahan kepada pegawai Kelurahan dan lembaga kemasyarakat agar meningkatkan rasa syukur, percaya diri serta daya juang.

“Selama bertugas saya juga ingin mencoba merasakan yang sering diceritakan oleh temen-temen bahwa jadi Lurah itu lumayan susah, setelah dijalankan ya namanya tugas tergantung kita tetapi saya sangat wanti-wanti jangan sampai suatu program/kelihatan/instruksi/arahan dikerjakan dalam bentuk formalitas saja atau sekedar mengugurkan kewajiban sehingga saya mao untuk di Kelurahan Petojo Utara outputnya harus jelas,” tandasnya.

Selain itu, memang Penataan Kawasan di Kelurahan Petojo Utara sangat diprioritas di tempat-tempat yang ada pelanggaran untuk dihimbau, apabila tidak paham akan dilakukan pelaksanaan penertiban sehingga area/lahan tersebut dapat kita manfaatkan menjadi taman dan mural yang indah di tembok-tembok.

“Penertiban pun secara rutin dilaksanakan dalam rangka penataan wilayah ternyata, beberapa kasus berdasarkan temuan-temuan di lapangan pada saat pendataan pedagang sering ditemukan pedagang tersebut bukan warga Petojo Utara, bahkan bukan warga Jakarta. Sedangkan setelah di telusuri ada indikasi oknum warga, bahkan oknum tokoh masyarakat mengutipi pedagang-pedagang yang melanggar tersebut sebagai biaya keamanan, pantas saja pedagang tersebut berani berdagang bukan di lahannya sendiri, hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat warga menjadi malas dan cenderung tidak ada motivasi maju karena sudah biasa dengan hal yang instan, hal ini juga membuat kerabat, saudara, tetangga pedagang tersebut menjadi tertarik untuk pindah ke Jakarta untuk ikut berdagang di atas-atas saluran bahkan sampai dibikin tempat tinggal walau hanya dengan triplek, ada juga yang ngontrak di tempat yang cenderung kurang layak atau kumuh. Kasus seperti ini merupakan salah satu faktor yang membuat kepadatan penduduk, bahkan ada yang sampai harus membuat RT sendiri dan yang paling disesali mereka tidak perduli dengan kebersihan wilayah sehingga terkadang membuat mampet/sumbatan pada saluran.

Selama bertugas di Petojo Utara, beberapa lokasi yang sudah dilakukan Penataan Pawasan adalah Jl. Sekolah (belakang btn tower), Jl. Petojo Binatu, Jl. Balikpapan, Jl. Ketapang, Jl. Petojo Barat, Nl. Sadar IV, Jl. Kaji Kampung Tin, dan gang hijau serta peremajaan beberapa taman di setiap sudut-sudut lampu merah, kawasan yang di tata tersebut rata-rata terdapat PKL ataupun bangunan-bangunan liar yang berada di lahan Pemprov DKI Jakarta supaya dikembalikan kepada fungsinya atau bisa juga dibuatkan Taman dan mural yang sehingga kawasan tersebut lebih estetik.

Pada akhir tahun 2025, saya mencoba membuat program intervensi kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Petojo Utara untuk dipilah berdasarkan umur, setelah dilakukan pendataan warga yang tidak mampu tidak terlalu banyak kalau dilihat dari presentase total penduduk dengan presentasi warga kurang mampu sebanyak kurang dari lima persennya dari presentasi total penduduk warga Petojo Utara dan dari data tersebut membuat saya dan team optimis untuk menjangkaunya.

“Adapun program tersebut akan dilakukan beda-beda sesuai dengan umur warga tersebut berikut intervensi untuk masyarakat beumur 0 s/d 5 th yaitu penanganan stunting dengan merujuk warga ke RSUD Tanah Abang dan setiap minggu kita dorong dengan konsisten dengan antar jemput warga dengan menggunakan KDO Kelurahan, sehingga dari tindakan tersebut sudah ada balita yang sembuh dan progres. Selain itu, Revitalisasi seluruh Sekolah Paud di Petojo Utara mengupayakan untuk reakreditasi mendapatkan hasil minimal B serta peningkatan sarpras supaya sekolah Paud lingkungan bisa lebih menarik dan berkualitas Program tersebut sudah berjalan sampai study banding ke BPK Penabur setelah itu inventarisasi kendala dan kerusakan-kerusakan pada sekolah Paud, seperti bocor dll dan kegiatan ini baru menyentuh tahap inventarisasi di Paud RW 08, untuk umur 6 s/d 17th. Setelah kita Pantau masih banyak anak-anak yang belum berijasah SMA atau putus sekolah. Adapun solusinya adalah bersekolah di sekolah PKBM, apabila bersekolah di PKBM negeri dinilai terlalu ketat sehingga sehingga minat warga Petojo Utara jadi kurang. Dengan melihat keadaan seperti itu, dulu selaku Lurah mencoba membentuk Sekolah PKBM yang sementara waktu dibuat di Lt 4 Kelurahan dengan mekanisme mendirikan cabang dari sekolah PKBM Mutiara Pulo Gebang dengan konsekwensi saya harus ngajar pada saat murid masuk karena anggaran tidak ada, sedangkan warga juga tidak mampu untuk membayar guru, ijazah dan rapot terakhir warga sudah dikumpulkan tanggal 19 November 2025 namun diwaktu yang bersamaan juga mendapat undangan pelantikan dengan hasil mutasi ke Dinas Kebudayaan, sehingga ijazah dan berkas-berkas yang seharusnya hari itu di berikan kepada Yayasan yang akan dikerjasamakan menjadi di kembalikan kepada yang bersangkutans serta sekolah PKBM pun belum jadi dibentuk. Ada juga program bagi warga yang berumur 18 th keatas atau anak SMA yang baru lulus atau batas kelulusan 2 tahun, diupayakan ketika lulus SMA agar tidak buru-buru menikah ataupun kerja sehingga harus didorong untuk berkuliah dengan jalur KIP, biasa dilakukan pada jam 18.00 keatas bagi yang berminat hal tersebut dilakukan demi untuk mengurangi permasalahan pergaulan bebas, tawuran, narkotika dan hamil dikuar nikah,” ucap Dipta.

Selain itu, sampai bisa juga mengikuti program kampung mandiri dengan mengikuti pelatihan Mobile traning Unit dengan setip bulan pelatihan yang berbeda-beda ada teknisi AC, motor, komputer, las, tata rias dsb. Aetelah memiliki kemampuan dari hasil latihan yang dilakukan oleh PPKD Jakpus melalui Moobile Training Unit, selanjutnya akan dihimbau untuk mengikuti koperasi PKK agar dapat bergotong-royong melalui simpanan pokok dan wajib untik keperluan pembelian alat kerja yang dapat dipakai apabila ada orderan, untuk mencarikan pembeli/pengguna jasa Koperasi PKK didorong untuk bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih dengan mempromosikan para pekerja jasa tersebut ke rumah-rumah atau kantor/ruko, Koperasi PKK memang rencana dihidupkan kembali di design sebagai laboratorium PKK melalui RPTRA diberikan tugas melakukan pembinaan UMKM bagi yang sudah punya produk ataupun belum punya, yang selanjutnya diberikan ide pengembangan produk dan juga kemasan serta dari segi administrasi akan didorong pembuatan NIB, sertifikat Haki, BPOM dll.

“Setelah itu tahap selanjutnya, pelaku UMKM yang sudah dibina akan di cicarikan pembelinya dibantu dalam kerjasama dengan Koperasi Merah Putih. Adapun Koperasi Merah Putih Kelurahan Petojo Utara, direncanakan dirancang dengan mencari anggota-anggota yang potensial seperti warung kelontong, warteg, nasi padang, resto-resto yang nantinya juga bisa menjadi wadah bagi UMKM hasil binaan Koperasi PKK dengan mendistribukan produk UMKM Binaan di lakukan titip jual kepada warung-warung rumah makan dan resto yang sudah terdaftat menjadi anggota koperasi Merah Puti Kelurahan Petojo Utara,” katanya.

Adapun program kampung mandiri di Kelurahan Petojo Utara harus mengaktifkan 2 (dua) Koperasi yaitu Koperasi PKK untuk wadah untuk pembinaan atau menciptakan tenaga kerja yang dilatih dengan bekerjasama rutin dengan PPKD Jakarta Pusat dan juga wadah pembinaan Pelaku UMKM lokal secara gotong-royong sedangkan Koperasi Merah Putih Kelurahan Petojo Utara di rancang untuk menurunkan harga bahan pokok serta mempromosikan tenaga kerja warga Petojo Utara dan mempromosikan Produk UMKM lokal milik Warga Petojo Utara. Adapun progres program Kampung Mandiri, terakhir saya tinggalkan karena mutasi
sudah dikerjakan sampai pembukaan gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Petojo Utara dengan tahapan masih tahap uji coba, sedangkan Koperasi PKK belum aktif sama sekali walau demikian pelatihan Mobile Traning Unit PPKD Jakpus diselengarakan setiap bulan dari tahun 2024 sehingga kurang lebih 150 warga sudah tersertifikasi dan memiliki kemampuan sesuai bidang-bidangnya, tetapi tidak ada keberlanjutan penyaluran kerja karena memang tahapan keseluruhan belum selesai. Selain program Kampung Mandiri Kelurahan Petojo Utara, juga sedang menghitung jumlah kebutuhan saftytank untuk diajukan kepada beberapa Perusahaan Swasta untuk mendapatkan bantuan CSR, selain itu Kelurahan Petojo Utara berniat untuk memperhatikan 13 MCK yang berada di Kelurahan Petojo Utara yang memang kondisinya sudah tidak terawat dan tidak layak akan direnovasi menjadi layak pakai dan pemasangan safty tank, hal tersebut sangat bermanfaat untuk menurunkan angka Odf serta merubah pola pikir masyarakat agar terbiasa dengan kondisi yang rapih dan bersih.

Adapun progres pengerjaan terakhir saya tinggal baru 3 MCK yang sudah terenovasi yaitu MCK RW 08 RT 14 dan MCK RW 03 RT 02 bekerjasama dengan Ibu Iren Juliarso, President Lions Club, dan MCK RW 05.

Pada acara hari Selasa (13 Januari 2026) memang maksud para hadirin yang datang pada acara tersebut memang sangat menyayangkan apabila program-program tersebut tidak dilanjutkan dengan baik, sehingga warga meminta Eks Lurah Petojo Utara, Dipta Dwipakusuma untuk diberikan waktu untuk menyelesaikannya dalam tanda kutip kembali lagi menjadi Lurah Petojo Utara walau hanya sebentar. Kalau memang tidak bisa warga mengharapkan untuk mencari Lurah pengganti dengan spek yang sama dengan Bapak Dipta dan harus peduli dengan melanjutkan program tersebut, ucap RT 011/RW02.

Adapun yang di khawatirkan warga bahwa, Dipta menjalankan program tersebut sama sekali tidak dengan APBD melainkan kerjasama dengan perusahaan swasta yang dimana Perpisahaan tersebut di dapat oleh Dipta dari luar domisili Kelurahan Petojo Utara.

Selanjutnya, Bapak Sunarya (Kamis, 15/01) selaku pengelola MCK di RW 08 dan bapak RT 02/RW 03, mengungkapkan rasa terimakasih atas renovasi MCK dan memang sudah 25 th berdiri berganti-ganti Lurah dari dulu hanya datang rame-rame berseragam untuk foto-foto, ngukur, mendata, setelah itu tidak ada tindak lanjut lagi. “Berbeda dengan Pak Dipta dan Team meninjau tidak rame-rame hanya sekali dua kali dengan rentang waktu tidak lama MCK langsung di Renovasi,” ujar Sunarya. (Sena).

Previous Post

Makan Malam Bersama Dan Pembukaan Dankodaeral X Cup Tahun 2026

Next Post

Jelang Purna Tugas, Danlanal Batuporon Berikan Apresiasi Motor kepada Pekerja Harian Lepas

Related Posts

Ragam

Duet Prasetyo, Marullah–Arief di PAM Jaya: Pelayanan Masyarakat Melesat, Target Gubernur Pramono 100% Layanan 2029 Kian Nyata

2 Februari 2026
Ragam

Agus Santoso Tegaskan ZIS Alumni UNPAD Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

1 Februari 2026
Ragam

Groundbreaking Pembangunan Rumah Tahfiz Sugiat Santoso, TGB: Untuk Bangun Peradaban

1 Februari 2026
News

Reses DPRD Kabupaten Sukabumi 2026

1 Februari 2026
News

Sambut HPN 2026, PWI Tangsel Gelar Senam Sehat Bersama Masyarakat

1 Februari 2026
Ragam

BNNP Jateng Hadiri dan Apresiasi Rakornas Ke-1 PWI–Laskar Sabilillah, Dorong Peran Ormas Jaga Generasi Muda dari Narkoba

1 Februari 2026
Next Post

Jelang Purna Tugas, Danlanal Batuporon Berikan Apresiasi Motor kepada Pekerja Harian Lepas

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021